Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Provinsi Riau pada tahun 2024 mencapai 1.563.165 Rupiah. Dari nilai total ini, 824.229 Rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan sedangkan 738.936 Rupiah digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Secara persentase, pengeluaran makanan mendominasi sebesar 52,73% dari total pengeluaran bulanan, sementara sisanya 47,27% digunakan untuk kategori bukan makanan.
Sepanjang 14 tahun data historis tercatat, pengeluaran total per kapita masyarakat Riau terus mengalami kenaikan secara konsisten tanpa penurunan tahunan tunggal. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, pengeluaran total 2024 naik sebesar 4,16%, sedangkan jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan sebesar 12,92%. Pertumbuhan pengeluaran makanan tercatat lebih baik daripada bukan makanan pada periode ini.
Kenaikan tertinggi pengeluaran total masyarakat Riau terjadi pada tahun 2020 dengan lonjakan sebesar 8,69% dari tahun sebelumnya, sedangkan titik terendah pertumbuhan terjadi pada tahun 2024 ini. Khusus untuk kategori bukan makanan, tercatat anomali pada tahun 2024 dimana terjadi penurunan sedikit setelah 3 tahun berturut-turut mengalami kenaikan, hal ini pertama kalinya terjadi penurunan kategori bukan makanan dalam 10 tahun terakhir.
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Lamandau Rp.84,14 Juta)
Untuk urutan persentase konsumsi makanan secara nasional, Riau pada 2024 menempati peringkat 11 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi ini meningkat 6 peringkat dari tahun 2023 yang sebelumnya berada di urutan 17. Sebaliknya untuk persentase konsumsi bukan makanan, Riau turun 10 peringkat dari urutan 18 pada 2023 menjadi urutan 28 secara nasional pada tahun 2024.
Berdasarkan peringkat di wilayah Pulau Sumatera, posisi Riau tetap berada di urutan 3 untuk seluruh kategori pengeluaran, tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun 2023. Peringkat nominal pengeluaran makanan Riau juga tetap di urutan 3 nasional, sedangkan peringkat nominal pengeluaran bukan makanan tetap bertahan di urutan 3 nasional meskipun persentasenya mengalami pergeseran dibandingkan provinsi lain.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.843 | -0.24 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |