Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Timur 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Nusa Tenggara Timur mencapai total 975.854 Rupiah. Dari nilai tersebut, 541.265 Rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 434.589 Rupiah digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Sepanjang 14 tahun data historis tercatat, nilai pengeluaran total masyarakat terus mengalami kenaikan konsisten, hanya terjadi sedikit penurunan pada kategori bukan makanan di tahun 2024 dibandingkan tahun 2023.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Kolaka Mei 2026 3,18%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Sepanjang periode tiga tahun terakhir, pengeluaran total per kapita mengalami pertumbuhan sebesar 1,5 persen pada 2024, sementara rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir tercatat sebesar 2,9 persen per tahun. Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan pengeluaran masyarakat Nusa Tenggara Timur pada tiga tahun terakhir berjalan lebih lambat dibandingkan rata-rata lima tahun sebelumnya. Kenaikan tertinggi pengeluaran total pernah terjadi pada tahun 2017, sedangkan titik terendah pertumbuhan tercatat pada tahun 2024 ini.
Secara persentase, pada 2024 alokasi pengeluaran untuk makanan mencapai 55,47 persen dari total pengeluaran, sedangkan kebutuhan bukan makanan menempati porsi 44,53 persen. Dibandingkan rata-rata 10 tahun terakhir, porsi pengeluaran makanan tahun 2024 ini masih berada pada rentang normal, tidak terjadi anomali nilai yang menyimpang jauh dari pola historis yang tercatat. Fluktuasi persentase hanya terjadi pada rentang 53 hingga 58 persen sepanjang periode pengamatan.
(Baca: Statistik Kredit Bank Umum bukan Lapangan Usaha bukan Lapangan Usaha Lainnya Periode 2015-2025)
Untuk urutan nasional tahun 2024, Nusa Tenggara Timur menempati peringkat ke 5 dari seluruh provinsi di Indonesia berdasarkan persentase konsumsi makanan. Sementara itu untuk persentase konsumsi bukan makanan, provinsi ini menempati urutan ke 34 secara nasional. Posisi ini menunjukkan masyarakat Nusa Tenggara Timur masih memiliki porsi alokasi anggaran makanan yang relatif tinggi dibandingkan hampir seluruh provinsi lain di Indonesia.
Sepanjang seluruh periode data historis yang tercatat, peringkat Nusa Tenggara Timur di kawasan pulau Nusa Tenggara dan Bali tidak pernah berubah. Secara konsisten provinsi ini menempati urutan ke 3 baik untuk nilai pengeluaran makanan, bukan makanan maupun total pengeluaran per kapita. Tidak terjadi pergerakan peringkat pada tahun 2024 dibandingkan seluruh tahun sebelumnya.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.975 | -0.16 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |