Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Timur 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai 1.419.140 Rupiah. Dari nilai total tersebut, 715.989 Rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 703.152 Rupiah digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Sepanjang periode 14 tahun sejak 2011, nilai pengeluaran total masyarakat ini selalu mengalami kenaikan setiap tahun tanpa pernah terjadi penurunan nilai tahunan sama sekali.
Pada tahun 2025, porsi pengeluaran makanan mencapai 50,45% dari total pengeluaran, sementara porsi bukan makanan berada di angka 49,55%. Nilai persentase makanan tahun ini sedikit lebih rendah dibanding rata-rata tiga tahun terakhir yang mencapai 50,67%, namun hampir setara dengan rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat 50,32%. Pertumbuhan pengeluaran total tahun 2025 sebesar 4,58% juga tercatat sedikit lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan tahunan tiga tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Sorong | 2004 - 2025)
Secara peringkat nasional tahun 2025, Jawa Timur menempati urutan ke-21 dari seluruh provinsi untuk besaran persentase konsumsi makanan. Sementara itu untuk persentase konsumsi bukan makanan, provinsi ini berada di urutan ke-18 secara nasional. Posisi urutan persentase makanan tidak mengalami perubahan dibanding tahun 2024, sedangkan urutan persentase bukan makanan turun dua peringkat dari posisi 16 pada tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Biak Numfor 6,74 Persen)
Sepanjang 10 tahun terakhir, kenaikan pengeluaran total masyarakat Jawa Timur tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 13,58%, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada tahun 2019 yang hanya tumbuh 2,99%. Terdapat anomali pada tahun 2015, dimana porsi pengeluaran bukan makanan melonjak menjadi 54,12%. Tahun tersebut menjadi satu-satunya periode dalam seluruh catatan data dimana porsi pengeluaran bukan makanan melebihi porsi makanan secara jelas.
Pada lingkup Pulau Jawa, Jawa Timur secara konsisten menempati urutan ke-5 untuk besaran pengeluaran per kapita, posisi ini tidak berubah sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2025. Baik ranking khusus pengeluaran makanan maupun ranking pengeluaran bukan makanan juga tetap bertahan di posisi ke-5 di wilayah Pulau Jawa sepanjang periode yang sama, tanpa terjadi pergerakan peringkat naik ataupun turun sama sekali.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | +0.05 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |