Pengeluaran Perkapita Sebulan di Aceh 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Provinsi Aceh tahun 2025, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan mencapai 1.299.756 Rupiah. Nilai ini naik secara konsisten setiap tahun selama 15 tahun periode data, tanpa pernah mengalami penurunan satupun tahun. Dibanding rata-rata tiga tahun terakhir, nilai 2025 naik sebesar 4,1 persen, sedangkan jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat kenaikan sebesar 9,8 persen. Pertumbuhan pengeluaran masyarakat Aceh pada periode tiga tahun terakhir berjalan lebih stabil dibanding periode lima tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Bandar Lampung | 2004 - 2025)
Untuk kategori pengeluaran, pada tahun 2025 masyarakat Aceh mengeluarkan rata-rata 741.980 Rupiah per kapita per bulan untuk kebutuhan makanan, dan 557.776 Rupiah untuk kebutuhan bukan makanan. Dari total pengeluaran, porsi makanan menempati 57,09 persen sedangkan bukan makanan menempati sisa 42,91 persen. Kenaikan pengeluaran makanan tertinggi terjadi pada tahun 2017, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada tahun 2013. Selama 10 tahun terakhir tidak ditemukan anomali penurunan pada kedua kategori pengeluaran ini.
Secara peringkat nasional, persentase konsumsi makanan Aceh pada tahun 2025 berada di urutan ke-3 tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia. Ini berarti hanya ada dua provinsi lain di Indonesia yang memiliki porsi pengeluaran makanan lebih besar dibanding Aceh. Sebaliknya, persentase konsumsi bukan makanan Aceh berada di urutan ke-35 terendah secara nasional, menandakan porsi belanja non makanan masyarakat Aceh masih termasuk paling kecil dibanding wilayah lain.
(Baca: Inflasi Kota Denpasar Juli 2026: Kelompok Transportasi Tercatat Tertinggi)
Berdasarkan ranking di wilayah Pulau Sumatera, Aceh pada tahun 2025 menempati urutan ke 8 dari total 10 provinsi di pulau ini. Peringkat ini kembali ke posisi yang sama seperti sebagian besar tahun sebelumnya, setelah sempat turun satu peringkat pada tahun 2024. Untuk ranking nilai absolut pengeluaran makanan, Aceh berada di urutan 7 nasional, sedangkan untuk pengeluaran bukan makanan berada di urutan 10 nasional pada tahun 2025.
Kondisi fluktuatif yang terjadi pada porsi pengeluaran selama 15 tahun terakhir terlihat pada pergerakan porsi makanan yang pernah menyentuh titik tertinggi 60,97 persen pada tahun 2012 dan titik terendah 55,14 persen pada tahun 2020. Fluktuasi ini terjadi seiring penyesuaian harga bahan pangan dan perubahan kondisi ekonomi masyarakat, namun selama 4 tahun terakhir porsi antara makanan dan bukan makanan bergerak sangat sedikit dengan selisih tidak lebih dari 0,5 persen setiap tahunnya.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.689 | -0.20 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |