Pengeluaran Perkapita Sebulan di Aceh 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data rata-rata pengeluaran per kapita per bulan Provinsi Aceh tahun 2024 sebesar 1.264.733 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan secara konsisten selama 10 tahun terakhir tanpa pernah terjadi penurunan tahunan. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai 2024 tercatat 3,16 persen lebih tinggi, sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,2 persen. Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan pengeluaran masyarakat berjalan lebih baik dibanding periode sebelumnya.
(Baca: Statistik Panjang Jalan Provinsi Periode 2013-2024)
Untuk tahun 2024, masyarakat Aceh mengalokasikan 722.434 Rupiah per kapita per bulan untuk kebutuhan makanan, sedangkan untuk kebutuhan bukan makanan sebesar 542.299 Rupiah. Secara persentase, 57,12 persen dari total pengeluaran digunakan untuk makanan, sisanya 42,88 persen dialokasikan untuk pengeluaran bukan makanan. Kenaikan pengeluaran makanan tahun 2024 tercatat sebesar 2,83 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara pengeluaran bukan makanan naik sebesar 3,6 persen pada periode yang sama.
Berdasarkan data historis 14 tahun, kenaikan tertinggi pengeluaran total per kapita terjadi pada tahun 2020, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada tahun 2012. Dalam 10 tahun terakhir tidak ditemukan anomali penurunan, seluruh tahun menunjukkan pertumbuhan nilai pengeluaran yang positif setiap tahunnya. Fluktuasi yang terjadi hanya pada besaran persentase alokasi, dimana variasi perubahan persentase alokasi makanan dan bukan makanan hanya berkisar antara 1 sampai 2 persen setiap tahun.
(Baca: Provinsi Jawa Timur Ekspor 43,81 Juta Ton Mesin Listrik Aparat dan Alat Alatnya)
Pada tahun 2024, persentase konsumsi makanan Aceh berada pada urutan ke 4 nasional dari seluruh provinsi di Indonesia. Sementara itu urutan persentase konsumsi bukan makanan Aceh berada di urutan ke 35 nasional, yang berarti Aceh menjadi provinsi dengan porsi alokasi pengeluaran bukan makanan terendah kedua secara nasional. Posisi ini turun 2 tingkat dibandingkan posisi tahun 2023 untuk kategori bukan makanan.
Untuk ranking di wilayah Pulau Sumatera, Aceh tercatat berada di peringkat 9 pada tahun 2024, turun satu peringkat dibanding tahun 2023. Secara terpisah, ranking pengeluaran makanan Aceh berada di peringkat 8 pulau Sumatera, sedangkan ranking pengeluaran bukan makanan berada di peringkat 10 untuk wilayah pulau yang sama. Secara umum, pertumbuhan pengeluaran masyarakat Aceh masih berjalan stabil meskipun posisi peringkat regional belum menunjukkan perbaikan signifikan.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.936 | -0.32 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |