Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Aceh Tenggara, pada 2025 mencapai Rp7230 miliar. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 2,97% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp6737 miliar.
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2022 pasca covid tercatat mencapai 2,69%.
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Bulukumba Bulan April Naik 0,14%)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 233,63 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp30.391 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 440.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Aceh Tenggara merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2025 lalu dengan nilai mencapai Rp3,19 jutajuta. Nominal ini tumbuh 2,34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,91 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,84% menjadi Rp1,02 jutajuta, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib diurutan ketiga dengan PDRB Rp923,72 ribujuta (3,85%).
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan PDRB Rp304,7 ribujuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Bogor pada 2025)
Distribusi PDRB di Kabupaten Aceh Tenggara pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Aceh Tenggara ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 39,7%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor konstruksi, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.