Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Serang Bulan April Turun 0,65%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi makanan di Kota Serang pada April turun 0,65%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,72%. Di antara 10 kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang -0,36% inflasi daerah.
(Baca: Pengeluaran Rekreasi, Olahraga dan Budaya di Kabupaten Bulukumba Bulan April Naik 0,05%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kota Serang berada di level 112,84 pada April 2026, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 113,58.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 2,86% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kota Serang telah mengalami pertumbuhan 2,97% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per April 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan sembilan di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Kota Balikpapan Bulan April Naik 0,34%)
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per April di Kota Serang :
- Kelompok rokok dan tembakau 0,19%
- Kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,82%
- Kelompok makanan -0,65%
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau -0,36%
Dibandingkan dengan 150 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Indonesia turun 0,35% dengan IHK sebesar 116.38 dan terendah terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,72% dengan IHK sebesar 134.64. Sementara untuk Kota Serang ini menempati urutan 98.
Seperti diumumkan oleh BPS awal bulan ini, inflasi Maret 2025 mencapai 1,65% secara bulanan dan 2,42% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,95%.