Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Katingan, pada 2025 mencapai Rp12,74 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp11,67 triliun.
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Mojokerto pada 2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 179,95 ribu jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp73.108 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 151.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Katingan merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2025 lalu dengan nilai mencapai Rp3,52 jutajuta. PDRB ini tumbuh 5,16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,12 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor industri pengolahan tumbuh 11,4% menjadi Rp2,08 jutajuta, kemudian sektor konstruksi tumbuh 1,26% menjadi Rp1,54 jutajuta.
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan PDRB Rp1,01 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 5,5% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp925,58 ribujuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Maluku Tenggara pada 2025)
Distribusi PDRB di Kabupaten Katingan pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Katingan ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 26,68%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, sektor transportasi dan pergudangan, dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.