Bulan Mei, Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Bandung 0,08%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi makanan di Kabupaten Bandung pada Mei lalu berada di angka 0,08%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat -0,4%. Di antara sembilan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang 0,07% inflasi daerah ini.
(Baca: Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Madiun Bulan Mei Mencapai 0,49%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kabupaten Bandung berada di level 115,01 pada Mei 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 114,92.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 5,3% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kabupaten Bandung telah mengalami pertumbuhan 3,17% (year to date/ytd).
Dibandingkan dengan 11 kelompok lainnya, inflasi kelompok ini berada di urutan kelima.
(Baca: 0,00022% Penduduk di Kabupaten Pangandaran Beragama Konghucu)
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per Mei di Kabupaten Bandung :
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,07%
- Kelompok makanan 0,08%
- Kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,11%
Dibandingkan dengan 150 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,39% dengan IHK sebesar 116.83 dan terendah terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,22% dengan IHK sebesar 134.93. Sementara untuk Kabupaten Bandung ini menempati urutan 90.
Inflasi (umum) bulan Maret 2025 di tingkat nasional sebesar 1,65% naik dari bulan sebelumnya (month to month/m-to-m). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, inflasi umum nasional telah mencapai 1,5% (ytd) dan jika dibandingkan dengan posisi Mei 2025, telah terjadi inflasi sebesar 3,08% (yoy).
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.187 | -0.02 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |