Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Nganjuk, pada 2024 tercatat Rp36,27 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,93% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp33,65 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,61%.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,15 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp32.047 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 411.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp9,76 jutajuta. PDRB ini tumbuh 1,57%.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,9% menjadi Rp7,29 jutajuta, kemudian PDRB sektor industri pengolahan yang kali ini tumbuh 6,67% menjadi Rp5,92 jutajuta.
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp1,7 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Nganjuk pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Nganjuk ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 25,03%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Real Estate,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.