Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kota Bogor Bulan Mei Mencapai 0,36%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kota Bogor pada Mei sebesar 0,36%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,09%. Di antara sembilan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah menyumbang 0,36% inflasi di Kota Bogor.
(Baca: Inflasi Rekreasi, Olahraga dan Budaya di Kota Madiun Bulan Mei 0,75%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kota Bogor berada di level 106,15 pada Mei 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 105,77.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah telah mencapai 1,29% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, pengeluaran di Kota Bogor telah mengalami pertumbuhan 0,44% (year to date/ytd).
(Baca: Statistik (Metode Baru) Pengeluaran per Kapita Disesuaikan per Tahun Periode 2013-2024)
Subkelompok inflasi ini mengalami peningkatan tertinggi di urutan kedua dibanding sub kelompok penyumbang inflasi lainnya.
Berikut ini inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah yang di ukur BPS per Mei di Kota Bogor :
- Kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,64%
- Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah 0,36%
- Kelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan 0,08%
- Kelompok sewa dan kontrak rumah 0,32%
Dibandingkan dengan 150 kabupaten/kota lain, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,28% dengan IHK sebesar 104.93 dan terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 0,46% dengan IHK sebesar 102.26. Sementara untuk Kota Bogor ini menempati urutan 68.
Berikut ini 10 kabupaten/kota dengan inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi pada Mei 2026:
- Kabupaten Sorong 2,79%
- Kabupaten Ketapang 2,69%
- Luwuk 2,34%
- Kabupaten Kota Baru 2,16%
- Kota Sorong 2,06%
- Kabupaten Sukamara 1,79%
- Kabupaten Aceh Tengah 1,5%
- Kota Kendari 1,48%
- Kabupaten Belitung Timur 1,46%
- Kota Padang Sidimpuan 1,37%
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |