Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Nagekeo, pada 2024 tercatat Rp2,87 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,12% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp2,67 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,08%.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja Periode 2013-2025)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 165,1 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp17.050 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 496.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Nagekeo merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp1,5 jutajuta. Nominal ini tumbuh 0,99% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,42 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 7,29% menjadi Rp644,54 ribujuta kemudian diurutan berikutnya diikuti oleh PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 6,29% menjadi Rp175,38 ribujuta.
(Baca: Harga Beras Kualitas Super I di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp125,3 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 2,8% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp119,77 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Nagekeo pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Nagekeo ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 50,89%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor informasi dan komunikasi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.