Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Pringsewu, pada 2024 mencapai Rp15,1 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,58% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp14,01 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,91%.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 442,05 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp35.552 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 373.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp3,42 jutajuta. PDRB ini tumbuh 0,17%.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 7,25% menjadi Rp2,55 jutajuta, PDRB sektor industri pengolahan yang kali ini tumbuh 5,7% menjadi Rp2,15 jutajuta.
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan PDRB Rp978,06 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Pringsewu pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Pringsewu ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 20,68%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.