Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Bantaeng, pada 2024 tercatat Rp13,45 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,36% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp12,75 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 214,1 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp65.483 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 166.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp3,04 jutajuta. PDRB ini tumbuh 3%.
Di urutan kedua adalah sektor konstruksi tumbuh 1,33% menjadi Rp2,31 jutajuta, sektor industri pengolahan dengan PDRB Rp2,25 jutajuta (1,61%).
Terakhir, PDRB di Kabupaten Bantaeng, untuk urutan lima besar adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai Rp720,07 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 9,79% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp638,53 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Bantaeng pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Bantaeng ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 22,03%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Transportasi dan Pergudangan,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.