Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Wonogiri, pada 2024 mencapai Rp39,76 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,93% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp36,95 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,35%.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,06 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp37.720 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 354.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp10,81 jutajuta. Nominal ini tumbuh 0,86%.
Di urutan kedua adalah sektor industri pengolahan tumbuh 6,48% menjadi Rp7,65 jutajuta, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan PDRB Rp6,3 jutajuta (4,89%).
Terakhir, PDRB di Kabupaten Wonogiri, untuk urutan lima besar adalah transportasi dan pergudangan dengan nilai Rp2,86 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 6,67% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp2,67 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Wonogiri pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Wonogiri ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 26%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor industri pengolahan, sektor transportasi dan pergudangan, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Real Estate,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.