Bulan Mei, Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kota Surakarta Mencapai 1,24%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran pemeliharaan, perbaikan dan keamanan di Kota Surakarta pada Mei sebesar 1,24%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,48%. Di antara sembilan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah menyumbang 0,39% inflasi di Kota Surakarta.
(Baca: Statistik Jumlah Angkatan Kerja Periode 2013-2025)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kota Surakarta berada di level 110,22 pada Mei 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 108,87.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah telah mencapai 2,4% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, pengeluaran di Kota Surakarta telah mengalami pertumbuhan 1,96% (year to date/ytd).
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Indragiri Hulu 229,95 Ribu dan Angka Pengangguran 2,59 Persen)
Hasil survei BPS, data per Mei 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan enam di bandingkan sub kelompok lainnya.
Berikut ini inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah yang di ukur BPS per Mei di Kota Surakarta :
- Kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,36 %
- Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah 0,39 %
- Kelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan 1,24 %
Dibandingkan dengan 131 kabupaten/kota lain, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,69% dengan IHK sebesar 106.89 dan terendah terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 0,64% dengan IHK sebesar 102.99. Sementara untuk Kota Surakarta ini menempati urutan 39.
Berikut ini 10 kabupaten/kota dengan inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi pada Mei 2026:
- Kota Palangkaraya 6,68%
- Kabupaten Ketapang 4,71%
- Kabupaten Tabanan 4,15%
- Kota Jambi 3,38%
- Kota Gunung Sitoli 3,3%
- Kabupaten Sukamara 3,17%
- Kabupaten Labuhan Batu 2,91%
- Timika 2,77%
- Sampit 2,55%
- Kota Manado 2,51%
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.947 | +0.60 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |