Penduduk Kabupaten Bantaeng Mengeluarkan Rp525 per Kapita per Minggu untuk Membeli Kelapa
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Rata-rata pengeluaran masyarakat di Kabupaten Bantaeng untuk membeli kelapa (tidak termasuk santan instan) pada 2025 adalah Rp525 per kapita per minggu. Nilai ini naik dibandingkan dengan pengeluaran tahun sebelumnya yang tercatat Rp347 per kapita per minggu.
(Baca: Statistik Nilai Ekspor Nonmigas Menurut Negara Tujuan Periode 2023-2026)
Pengeluaran rata-rata per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga tersebut. Konsumsi rumah tangga dibedakan atas konsumsi makanan maupun bukan makanan tanpa memperhatikan asal barang dan terbatas pada pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga saja, tidak termasuk konsumsi/pengeluaran untuk keperluan usaha atau yang diberikan kepada pihak lain.
Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu, sedangkan untuk bukan makanan dihitung selama sebulan dan 12 bulan yang lalu. Baik konsumsi makanan maupun bukan makanan selanjutnya dikonversikan ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan. Angka-angka konsumsi/pengeluaran rata-rata per kapita yang disajikan dalam publikasi BPS diperoleh dari hasil bagi jumlah konsumsi seluruh rumah tangga (baik mengkonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk.
Menurut BPS, kenaikan pengeluaran ini di dorong oleh angka inflasi bulanan (month to month)di wilayah ini yang mencapai 2,56%. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sebesar 2,56%.
(Baca: 0,2% Penduduk di Kabupaten Bondowoso Beragama Katolik)
Empat terbesar pengeluaran penduduk untuk kelompok minyak dan kelapa di Kabupaten Bantaeng dari urutan tertinggi dibelanjakan untuk bunga matahari) Rp4.327 per kapita per minggu, kelapa (tidak termasuk santan instan) Rp525 per kapita per minggu, minyak dan kelapa lainnya Rp27 per kapita per minggu dan terrendah dibelanjakan untuk minyak kelapa Rpdelapan per kapita per minggu
Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran per kapita di kabupaten ini mencapai Rp1,53 juta per kapita dalam sebulan pada Maret 2025. Jumlah tersebut meningkat 5,79% dibandingkan Maret 2024 yang sebesar Rp1,45 juta per kapita per bulan.
Berdasarkan wilayah, pengeluaran penduduk untuk membeli kelapa (tidak termasuk santan instan) tertinggi adalah di Kabupaten Pasaman Barat dan terendah di Kabupaten Rote Ndao. Sedangkan untuk Kabupaten Bantaeng ini, nominal pengeluaran untuk membeli kelapa (tidak termasuk santan instan) berada di urutan 166. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita secara nasional untuk membeli kelapa (tidak termasuk santan instan) adalah Rp252 per kapita per minggu.
Berikut ini adalah 10 kabupaten/kota dengan pengeluaran per kapita tertinggi untuk membeli kelapa (tidak termasuk santan instan):
- Kabupaten Pasaman Barat Rp3.901,0
- Kabupaten Mandailing Natal Rp3.314,0
- Kabupaten Pasaman Rp3.102,0
- Kabupaten Kaur Rp2.949,0
- Kabupaten Trenggalek Rp2.672,0
- Kabupaten Nias Utara Rp2.352,0
- Kabupaten Sawahlunto/sijunjung Rp2.332,0
- Kabupaten Kuantan Singingi Rp2.256,0
- Kabupaten Solok Rp2.245,0
- Kabupaten Nias Rp2.196,0
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.684 | -0.33 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |