Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada 2024 tercatat Rp9,9 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp9,17 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,19%.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 238,41 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp41.467 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 318.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertambangan dan penggalian. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp2,04 jutajuta. Nominal ini tumbuh 7,98%.
Kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 2,85% menjadi Rp1,96 jutajuta, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan PDRB Rp946,42 ribujuta (4,51%).
Terakhir, PDRB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, untuk urutan lima besar adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan nilai Rp718,02 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 6,61% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp657,88 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 22%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, dan sektor industri pengolahan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.