Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lamongan sebesar 12,16% pada tahun 2024, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,42%. Dengan jumlah penduduk 1.365.408 jiwa, maka terdapat 146.980 penduduk miskin di Lamongan.
Pertumbuhan persentase kemiskinan di Lamongan menunjukkan penurunan turun 2,09%. Secara nasional, Lamongan berada di peringkat 162 dalam hal persentase kemiskinan. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Pulau Jawa, Lamongan menempati peringkat 21.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau | 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Lamongan dalam kurun waktu 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 25,74%, sementara terendah pada tahun 2024 yaitu 12,16%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu 11,28% dan pertumbuhan terendah pada tahun 2024 yaitu -2,09%. Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir adalah 12,37%, dan dalam lima tahun terakhir adalah 13,17%.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Timur yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Lamongan memiliki posisi yang cukup baik. Kabupaten Bojonegoro, Bondowoso, Madiun, Pacitan, Pamekasan, dan Situbondo memiliki dinamika kemiskinan yang berbeda-beda, namun secara umum menunjukkan penurunan angka kemiskinan.
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro, dengan persentase kemiskinan 11,69% menempati peringkat 184 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Bojonegoro tercatat sebanyak 147.330 jiwa dari total penduduk 1.365.109 jiwa. Garis kemiskinan di Bojonegoro adalah Rp 471.457,00 per kapita per bulan. Pertumbuhan kemiskinan menunjukkan penurunan turun 4,02%. Pendapatan per kapita di Bojonegoro mencapai Rp 76,81 juta per tahun, menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif lebih baik. Jumlah penduduknya sedikit lebih besar dari Lamongan, namun pertumbuhan penduduknya positif 0,67%.
Kabupaten Bondowoso
Dengan persentase kemiskinan 12,60%, Bondowoso berada di peringkat 151 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 99.620 jiwa dari total 784.552 jiwa. Pertumbuhan kemiskinan di Bondowoso menunjukkan penurunan signifikan turun 5,55%. Garis kemiskinan di Bondowoso mencapai Rp 517.741,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Bondowoso adalah Rp 33,50 juta per tahun. Jumlah penduduk Bondowoso lebih sedikit dibandingkan Lamongan, dan mengalami penurunan pertumbuhan penduduk turun 2,65%.
(Baca: 7,08% Penduduk di Kabupaten Karawang Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Madiun
Kabupaten Madiun mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 10,63%, menduduki peringkat 221 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Madiun adalah 73.150 jiwa dari total 739.230 jiwa. Pertumbuhan angka kemiskinan di Madiun mengalami penurunan turun 3,71%. Garis kemiskinan di Madiun tercatat Rp 460.205,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Madiun mencapai Rp 33,71 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Madiun mengalami penurunan turun 2,54%.
Kabupaten Pacitan
Pacitan memiliki persentase kemiskinan 13,08%, berada di peringkat 143 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 73.030 jiwa dari total penduduk 594.071 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan pertumbuhan kemiskinan turun 4,18%. Garis kemiskinan di Pacitan adalah Rp 370.643,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Pacitan mencapai Rp 35,10 juta per tahun. Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk yang lebih kecil dibandingkan Lamongan, dengan pertumbuhan penduduk yang sedikit turun 0,92%.
Kabupaten Pamekasan
Kabupaten Pamekasan mencatat persentase kemiskinan sebesar 13,41%, menempati peringkat 136 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Pamekasan mencapai 123.460 jiwa dari total penduduk 889.798 jiwa. Pertumbuhan kemiskinan di Pamekasan menunjukkan penurunan turun 3,18%. Garis kemiskinan di Pamekasan adalah Rp 467.493,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Pamekasan mencapai Rp 25,42 juta per tahun. Jumlah penduduk Pamekasan lebih sedikit dari Lamongan, namun menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 1,49%.
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Situbondo memiliki persentase kemiskinan 11,51%, menduduki peringkat 191 secara nasional. Jumlah penduduk miskin adalah 80.170 jiwa dari total 688.525 jiwa. Pertumbuhan angka kemiskinan menunjukkan penurunan -2,97%. Garis kemiskinan di Situbondo tercatat sebesar Rp 413.611,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Situbondo mencapai Rp 38,68 juta per tahun. Jumlah penduduk Situbondo lebih kecil dari Lamongan dengan pertumbuhan positif 1,48%.