Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Tana Toraja Capai 6,43% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 27/03/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan mencapai 6,43% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,51% dari tahun sebelumnya sebesar 7,94%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 3,67%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Tana Toraja lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Tana Toraja yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,43% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 23 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan, PoU di Kabupaten Tana Toraja ada di urutan ke-15. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (2,9%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Jeneponto (12,74%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan: 2,9%
  2. Kota Palopo: 3,16%
  3. Kota Parepare: 3,34%
  4. Kabupaten Toraja Utara: 3,45%
  5. Kabupaten Enrekang: 3,85%
  6. Kabupaten Bulukumba: 3,89%
  7. Kabupaten Luwu Timur: 4,15%
  8. Kabupaten Bantaeng: 4,22%
  9. Kabupaten Luwu Utara: 4,63%
  10. Kabupaten Luwu: 4,86%

(Baca: Ayam Ras Mendominasi Populasi Unggas di Indonesia pada 2025)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...