Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Maluku Tenggara, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 21,79 persen (2023) menjadi 21,22 persen. Jumlah penduduk miskin juga turun sedikit menjadi 21.470 orang, sementara total penduduk naik sedikit menjadi 129.235 jiwa. Pertumbuhan kemiskinan turun 2,62 persen, menempatkannya di rank ke-5 di pulau Maluku dan ke-49 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Rejang Lebong Periode 2004 - 2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Maluku Tenggara tertinggi di tahun 2006 (37,84 persen) dan terendah di 2022 (21,19 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 21,4 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 21,9 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2006 (3,02 persen) dan terendah di 2011 (-11,53 persen). Rank seindonesia cenderung naik dari 20 (2004) ke 49 (2024), kecuali tahun 2015 yang ranknya turun ke 51.
Dibandingkan kabkota lain di provinsi Maluku, Kabupaten Maluku Tenggara berada di urutan ke-5 untuk persentase kemiskinan. Persentasenya lebih tinggi dari Kabupaten Maluku Tengah (17,67 persen) dan Kota Tual (20,01 persen), tapi lebih rendah dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar (23,66 persen) dan Aru (23,39 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih sedikit dari Maluku Tengah (66.650 orang) dan Seram Bagian Barat (38.780 orang).
Kabupaten Kepulauan Aru
Persentase kemiskinan sebesar 23,39 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -3,39 persen, menempatkannya di rank ke-42 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 22.450 orang, rank seindonesia 306, yang sedikit lebih banyak dari Kabupaten Maluku Tenggara. Total penduduknya 111.561 jiwa, naik sedikit dengan pertumbuhan 2,51 persen, rank seindonesia 451. Pendapatan perkapita masyarakat sebesar 43,62 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 5,57 persen, yang termasuk yang tertinggi di antara kabkota banding di Maluku. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 644,11 ribu rupiah per kapita per bulan, rank seindonesia 117, yang menunjukkan batas kemiskinan yang cukup tinggi dibandingkan beberapa kabkota lain di provinsi.
Kabupaten Maluku Tengah
Persentase kemiskinan 17,67 persen, turun sedikit dengan pertumbuhan -0,95 persen, menempatkannya di rank ke-69 se-Indonesia yang lebih baik dari posisi Kabupaten Maluku Tenggara. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 66.650 orang, yang paling banyak di antara kabkota banding, dengan rank seindonesia 127. Total penduduknya 431.308 jiwa, yang juga paling banyak di kelompok ini, dengan pertumbuhan 0,35 persen, rank seindonesia 187. Pendapatan perkapita sebesar 25,98 juta rupiah per tahun, pertumbuhan 5,28 persen. Garis kemiskinan di sini sebesar 614,32 ribu rupiah per kapita per bulan, rank seindonesia 147, yang lebih rendah dari Kabupaten Kepulauan Aru.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ende Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Persentase kemiskinan sebesar 23,66 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -3,18 persen, menempatkannya di rank ke-40 se-Indonesia, yang lebih tinggi dari posisi Kabupaten Maluku Tenggara. Jumlah penduduk miskinnya 26.760 orang, rank seindonesia 264, yang lebih banyak dari Kabupaten Maluku Tenggara. Total penduduknya 131.368 jiwa, naik sedikit dengan pertumbuhan 1,46 persen, rank seindonesia 425. Pendapatan perkapita sebesar 27,73 juta rupiah per tahun, pertumbuhan 5,17 persen, yang berada di level menengah di antara kabkota banding. Tidak ada data garis kemiskinan untuk wilayah ini dalam banding yang diberikan.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Persentase kemiskinan sebesar 22,31 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -0,36 persen, menempatkannya di rank ke-46 se-Indonesia, yang sedikit lebih baik dari Kabupaten Maluku Tenggara. Jumlah penduduk miskinnya 38.780 orang, rank seindonesia 188, yang jauh lebih banyak dari Kabupaten Maluku Tenggara. Total penduduknya 216.093 jiwa, naik sedikit dengan pertumbuhan 0,99 persen, rank seindonesia 328. Pendapatan perkapita sebesar 18,04 juta rupiah per tahun, pertumbuhan 5,91 persen, yang merupakan yang terendah di antara kabkota banding di Maluku. Garis kemiskinan di sini sebesar 508,52 ribu rupiah per kapita per bulan, rank seindonesia 310, yang lebih rendah dari sebagian besar kabkota lain di provinsi.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Persentase kemiskinan sebesar 21,03 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -0,24 persen, menempatkannya di rank ke-50 se-Indonesia, yang hampir sama dengan posisi Kabupaten Maluku Tenggara. Jumlah penduduk miskinnya 24.340 orang, rank seindonesia 289, yang sedikit lebih banyak dari Kabupaten Maluku Tenggara. Total penduduknya 139.777 jiwa, naik sedikit dengan pertumbuhan 1,43 persen, rank seindonesia 414. Pendapatan perkapita sebesar 25,03 juta rupiah per tahun, pertumbuhan 3,31 persen, yang lebih rendah dari sebagian besar kabkota banding. Garis kemiskinan di sini sebesar 478,72 ribu rupiah per kapita per bulan, rank seindonesia 363, yang merupakan yang terendah di antara kabkota banding yang memiliki data garis kemiskinan.
Kota Tual
Persentase kemiskinan sebesar 20,01 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -3,24 persen, menempatkannya di rank ke-54 se-Indonesia, yang lebih baik dari posisi Kabupaten Maluku Tenggara. Jumlah penduduk miskinnya 16.170 orang, rank seindonesia 361, yang lebih sedikit dari Kabupaten Maluku Tenggara. Total penduduknya 91.275 jiwa, naik sedikit dengan pertumbuhan 1,41 persen, rank seindonesia 474. Pendapatan perkapita sebesar 36,85 juta rupiah per tahun, pertumbuhan 5,29 persen, yang berada di level tinggi di antara kabkota banding. Garis kemiskinan di sini sebesar 746,97 ribu rupiah per kapita per bulan, rank seindonesia 48, yang merupakan yang tertinggi di antara kabkota banding di Maluku.