Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Mempawah Turun 14,89% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 11/02/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat mencapai 14,89% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,3% dari tahun sebelumnya sebesar 15,19%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 5,82%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Mempawah lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Mempawah yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 14,89% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Barat, PoU di Kabupaten Mempawah ada di urutan ke-8. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Pontianak (7,54%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Melawi (19,49%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat pada 2025.

  1. Kota Pontianak: 7,54%
  2. Kota Singkawang: 7,55%
  3. Kabupaten Sekadau: 11,49%
  4. Kabupaten Ketapang: 11,77%
  5. Kabupaten Sintang: 13,16%
  6. Kabupaten Landak: 14,46%
  7. Kabupaten Kayong Utara: 14,59%
  8. Kabupaten Mempawah: 14,89%
  9. Kabupaten Sambas: 14,99%
  10. Kabupaten Bengkayang: 15,79%

(Baca: Konsumsi Listrik Penduduk Indonesia Tergolong Rendah di ASEAN )

Data Populer

Loading...