Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kaimana Capai 21,98% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 06/05/2026 08:45 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Kaimana, Papua Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kaimana, Papua Barat sebesar 21,98% pada 2025.

Angka tersebut naik 1,53% dari tahun sebelumnya sebesar 20,45%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,49%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kaimana lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kaimana yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 21,98% dari total penduduk.

Dibanding 6 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, PoU di Kabupaten Kaimana ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Teluk Wondama (15,98%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Pegunungan Arfak (30,71%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Teluk Wondama: 15,98%
  2. Kabupaten Teluk Bintuni: 17,54%
  3. Kabupaten Manokwari Selatan: 18,81%
  4. Kabupaten Manokwari: 19,68%
  5. Kabupaten Fak Fak: 21,22%
  6. Kabupaten Kaimana: 21,98%
  7. Kabupaten Pegunungan Arfak: 30,71%

(Baca: Sebaran Penduduk Indonesia Semester II 2025, Terbanyak di Pulau Jawa)

Data Populer

Loading...