Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Sorong Selatan Capai 19,8% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 28/05/2026 13:04 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya sebesar 19,8% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,14% dari tahun sebelumnya sebesar 20,94%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 8,43%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sorong Selatan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sorong Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 19,8% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat Daya, PoU di Kabupaten Sorong Selatan ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Maybrat (18,4%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Sorong (26,72%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat Daya pada 2025.

  1. Kabupaten Maybrat: 18,4%
  2. Kota Sorong: 19,29%
  3. Kabupaten Sorong Selatan: 19,8%
  4. Kabupaten Tambrauw: 22,72%
  5. Kabupaten Raja Ampat: 24,94%
  6. Kabupaten Sorong: 26,72%

(Baca: Inilah Negara dengan Proporsi Populasi Perempuan Terbanyak Dunia 2022)

Data Pasar

Macro update by
28 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 17.855 +0.42
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Apr) 0,13% -0.28
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...