Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 12,59 persen, turun sebesar 9,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin saat ini mencapai 66.810 jiwa, berkurang 6.110 jiwa dari periode 2024.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Indonesia 2024)
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 27,40 persen. Nilai 12,59 persen tahun 2025 merupakan angka terendah yang pernah tercatat selama 21 tahun pengukuran. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tahun 2025 juga menjadi penurunan terbesar sepanjang catatan data.
Rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Bima dalam 3 tahun terakhir adalah 13,62 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 14,04 persen. Peringkat kemiskinan secara nasional saat ini berada di urutan 134 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Peringkat ini bergeser 9 posisi ke bawah dibandingkan tahun 2023.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Nusa Tenggara Barat dengan tingkat kemiskinan berdekatan, penurunan kemiskinan Kabupaten Bima termasuk paling besar. Hanya Kabupaten Lombok Utara yang mencatatkan penurunan persentase kemiskinan lebih besar, yaitu sebesar 13,44 persen pada periode yang sama.
Kabupaten Dompu
Berada di peringkat 168 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 11,15 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.270 jiwa, turun sedikit sebesar 2,52 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 484,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,11 juta rupiah per tahun. Angka pertumbuhan kemiskinan wilayah ini termasuk paling lambat dibandingkan kelompok kabupaten sejenis di provinsi.
Kabupaten Lombok Barat
(Baca: Nilai Investasi PMA Sektor Hotel dan Restoran Bali Tertinggi pada 2025)
Menduduki peringkat 150 secara nasional dengan persentase penduduk miskin sebesar 11,90 persen. Tercatat 92.120 jiwa penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, dengan penurunan sebesar 5,93 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 594,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan masyarakat tercatat 26,51 juta rupiah. Total penduduk wilayah ini hampir satu setengah kali lipat jumlah penduduk Kabupaten Bima.
Kabupaten Lombok Timur
Peringkat 108 secara nasional dengan persentase kemiskinan 13,53 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 173.790 jiwa, turun sebesar 6,75 persen pada periode pengukuran. Garis kemiskinan ditetapkan 602,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan masyarakat 19,64 juta rupiah. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk terbanyak dibandingkan seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan ini.
Kabupaten Lombok Utara
Berada di peringkat 49 secara nasional, menjadi satu-satunya wilayah dalam kelompok ini dengan persentase kemiskinan di atas 20 persen yaitu sebesar 20,74 persen. Meskipun demikian, wilayah ini mencatatkan penurunan kemiskinan terbesar sebesar 13,44 persen. Garis kemiskinan mencapai 611,12 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan tercatat 24,03 juta rupiah.
Kabupaten Sumbawa
Menduduki peringkat 153 secara nasional dengan persentase penduduk miskin 11,79 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 58.230 jiwa, turun sebesar 8,39 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 492,99 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan masyarakat mencapai 36,33 juta rupiah. Pertumbuhan penurunan kemiskinan wilayah ini berada di urutan kedua terbesar setelah Kabupaten Bima.