Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Jayapura Turun 3,36% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Jayapura, Papua sebesar 12,49% pada 2025.
Angka tersebut turun 3,36% dari tahun sebelumnya sebesar 15,85%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,5%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Jayapura lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Jayapura yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 12,49% dari total penduduk.
Dibanding 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua, PoU di Kota Jayapura ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamberamo Raya (59,17%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua pada 2025.
- Kota Jayapura: 12,49%
- Kabupaten Jayapura: 23,38%
- Kabupaten Kepulauan Yapen: 30,31%
- Kabupaten Waropen: 33,62%
- Kabupaten Supiori: 34,01%
- Kabupaten Biak Numfor: 34,26%
- Kabupaten Sarmi: 35,73%
- Kabupaten Keerom: 39,89%
- Kabupaten Mamberamo Raya: 59,17%
(Baca: Proporsi Penduduk Anak Usia Dini di 38 Provinsi Indonesia Maret 2025)