Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Persentase penduduk miskin turun sedikit sebesar 4.43% menjadi 26.99%, dari 28.24% pada tahun 2023. Jumlah penduduk miskin turun sedikit menjadi 19,330 orang, sedangkan total penduduk tumbuh sedikit menjadi 83,074 jiwa.
(Baca: Jumlah Posyandu Periode 2014-2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2009 sebesar 51.91%, dan terendah pada 2008 sebesar 23.25%. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2009 sebesar 123.27%, dan terendah pada 2008 turun 33.99%. Persentase kemiskinan 2024 (26.99%) lebih rendah dari rata-rata 3 tahun terakhir (28.32%) dan rata-rata 5 tahun terakhir (28.83%).
Urutan persentase kemiskinan Kabupaten Teluk Bintuni di Indonesia adalah ke-27 pada 2024, turun sedikit dari urutan ke-25 pada tahun 2023. Dibandingkan kabupaten tetangga di Papua Barat, persentase kemiskinan Teluk Bintuni lebih tinggi dari Fak Fak (20.86%) dan Manokwari (18.45%), tetapi lebih rendah dari Pegunungan Arfak (31.76%) dan Teluk Wondama (28.47%).
Kabupaten Fak Fak
Terletak di urutan ke-52 nasional dalam persentase kemiskinan (20.86%), wilayah ini memiliki 17,670 penduduk miskin dari total 92,850 jiwa. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp725.26 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp69.98 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun sedikit turun 0.95%, sedangkan persentase kemiskinan turun sedikit turun 2.43%. Jumlah penduduk tumbuh sedikit sebesar 2.84% dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk Teluk Bintuni.
Kabupaten Manokwari Selatan
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lumajang Periode 2004 - 2024)
Terletak di urutan ke-28 nasional dalam persentase kemiskinan (26.83%), wilayah ini memiliki 7,640 penduduk miskin dari total 38,305 jiwa. Garis kemiskinan mencapai Rp734.25 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp26.23 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun sedikit turun 0.65%, sedangkan persentase kemiskinan turun sedikit turun 3.49%. Jumlah penduduk tumbuh sedikit sebesar 1.67%, lebih rendah dari pertumbuhan penduduk Teluk Bintuni.
Kabupaten Pegunungan Arfak
Terletak di urutan ke-12 nasional dalam persentase kemiskinan (31.76%), wilayah ini memiliki 11,870 penduduk miskin dari total 40,680 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp738.14 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita terendah di antara tetangga yaitu Rp8.66 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin naik sedikit sebesar 1.37%, berbeda dengan kebanyakan kabupaten tetangga yang mengalami penurunan. Jumlah penduduk tumbuh sedikit sebesar 1.40%, lebih rendah dari Teluk Bintuni.
Kabupaten Manokwari
Terletak di urutan ke-61 nasional dalam persentase kemiskinan (18.45%), wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak di antara tetangga yaitu 33,290 jiwa dari total 204,106 jiwa. Garis kemiskinan tertinggi di antara tetangga sebesar Rp802.75 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp55.26 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun sedikit turun 0.18%, sedangkan persentase kemiskinan turun sedikit turun 1.49%. Jumlah penduduk tumbuh sedikit sebesar 1.18%, paling rendah di antara tetangga.
Kabupaten Teluk Wondama
Terletak di urutan ke-22 nasional dalam persentase kemiskinan (28.47%), wilayah ini memiliki 10,300 penduduk miskin dari total 46,755 jiwa. Garis kemiskinan sebesar Rp710.85 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp40.74 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin naik sedikit sebesar 0.59%, berbeda dengan Teluk Bintuni yang mengalami penurunan. Jumlah penduduk tumbuh sedikit sebesar 3.16%, paling tinggi di antara tetangga.