Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tahun 2024 menunjukkan persentase kemiskinan di Kabupaten Buton Tengah turun sedikit menjadi 14,4 persen, dari 15,43 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinan turun 940 orang menjadi 13.520 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan sedikit naik menjadi 120.420 orang. Di tingkat Sulawesi, kabupaten ini berada di peringkat 10, dan peringkat 108 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Barat Daya Periode 2004 - 2024)
Data historis 2016-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2017 (18,35 persen) dengan pertumbuhan 34,04 persen, dan terendah di 2016 (13,69 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 14,91 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 15,17 persen. Pertumbuhan terendah ada di 2024 (-6,68 persen), dan peringkat se-Indonesia fluktuatif dari 193 di 2016 ke 108 di 2024.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Sulawesi Tenggara, persentase kemiskinan wilayah ini lebih rendah dari Kepulauan Konawe (15,54 persen) tapi lebih tinggi dari Buton Utara (14,09 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih banyak dari Buton Utara dan Kepulauan Konawe, tapi lebih sedikit dari Wakatobi.
Kabupaten Buton Utara
Berada di peringkat 119 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 14,09 persen tahun 2024, sedikit naik 0,21 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 9.180 orang dengan pertumbuhan 0,99 persen, jauh lebih sedikit dibandingkan wilayah tetangga yang memiliki jumlah penduduk miskin lebih tinggi. Pendapatan per kapita wilayah ini sebesar 61,24 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 4,28 persen dari tahun sebelumnya, yang termasuk cukup tinggi dibandingkan beberapa wilayah lain di provinsi. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 422,48 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 4,62 persen dari tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa batas kemiskinan di wilayah ini sedikit meningkat seiring waktu. Jumlah penduduk keseluruhan wilayah ini adalah 73.766 orang, dengan pertumbuhan 3,27 persen, yang lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk Buton Tengah.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Kabupaten Kepulauan Konawe
Berada di peringkat 93 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 15,54 persen tahun 2024, turun sedikit 2,26 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya hanya 5.360 orang, turun 1,47 persen dari tahun sebelumnya, menjadi jumlah penduduk miskin paling sedikit di antara wilayah tetangga. Pendapatan per kapita wilayah ini sebesar 49,70 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan tertinggi di antara wilayah tetangga yaitu 12,84 persen, menunjukkan peningkatan ekonomi yang signifikan. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 415,88 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 5,82 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk keseluruhan wilayah ini adalah 43.545 orang, dengan pertumbuhan 4,88 persen, yang merupakan pertumbuhan penduduk tertinggi di antara wilayah tetangga.
Kabupaten Buton Selatan
Berada di peringkat 111 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 14,28 persen tahun 2024, turun sedikit 3,25 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 11.500 orang, turun 3,2 persen dari tahun sebelumnya, lebih banyak dari Buton Utara dan Kepulauan Konawe tapi lebih sedikit dari Buton Tengah. Pendapatan per kapita wilayah ini sebesar 37,82 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 4,8 persen dari tahun sebelumnya, yang lebih rendah dibandingkan Buton Utara dan Wakatobi. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 300,99 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 3,72 persen dari tahun sebelumnya, menjadi garis kemiskinan paling rendah di antara wilayah tetangga. Jumlah penduduk keseluruhan wilayah ini adalah 102.426 orang, dengan pertumbuhan 1,55 persen.
Kabupaten Wakatobi
Berada di peringkat 109 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 14,36 persen tahun 2024, turun sedikit 3,04 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 14.930 orang, turun 2,67 persen dari tahun sebelumnya, menjadi jumlah penduduk miskin paling tinggi di antara wilayah tetangga. Pendapatan per kapita wilayah ini sebesar 51,92 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 4,81 persen dari tahun sebelumnya. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 355,75 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 4,59 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk keseluruhan wilayah ini adalah 118.434 orang, dengan pertumbuhan 1,61 persen, yang hampir sama dengan pertumbuhan penduduk Buton Tengah.