Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kepulauan Talaud Turun 0,6% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara sebesar 6,73% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,6% dari tahun sebelumnya sebesar 7,33%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,79%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kepulauan Talaud lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kepulauan Talaud yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,73% dari total penduduk.
Dibanding 14 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Utara, PoU di Kabupaten Kepulauan Talaud ada di urutan ke-11. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Manado (3,88%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe (10,0%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Utara pada 2025.
- Kota Manado: 3,88%
- Kabupaten Minahasa: 4,08%
- Kota Tomohon: 4,15%
- Kota Bitung: 4,2%
- Kota Kotamobagu: 4,74%
- Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: 5,84%
- Kabupaten Boloang Mongondow: 6,11%
- Kabupaten Minahasa Selatan: 6,11%
- Kabupaten Minahasa Utara: 6,19%
- Kabupaten Bolaang Mongondow Timur: 6,58%
(Baca: Angka Ketimpangan Ekonomi RI Sejak 2019, Kini Turun pada 2025)