Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 5,86 persen, turun 0,41 persen dari tahun sebelumnya dengan penurunan pertumbuhan sebesar 6,54 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini berjumlah 25.080 jiwa, berkurang 1.680 jiwa dari tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Solok | 2004 - 2025)
Data historis sejak 2004 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 17,45 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 18,95 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2022 sebesar 13,43 persen. Saat ini wilayah ini berada di peringkat 391 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 6,15 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 6,40 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus bergeser membaik sejak tahun 2020, dari posisi 380 pada tahun 2021 menjadi peringkat 391 pada tahun 2024 dan tetap bertahan di posisi yang sama hingga tahun 2025.
Kota Padang Panjang
Berada di peringkat 427 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,97 persen dengan penurunan 6,40 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 2.900 jiwa dari total 58.299 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 660,71 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 84,09 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pasaman
Peringkat 382 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,02 persen dengan penurunan 10,68 persen pada tahun terakhir. Terdapat 18.000 jiwa penduduk miskin dari total 299.195 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan sebesar 524,53 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 39,95 juta rupiah per tahun.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Sumatera Selatan 2025: Penurunan Jadi Rp1,28 Juta per Bulan)
Kota Payakumbuh
Memiliki peringkat 429 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan angka 4,95 persen, mengalami penurunan 4,62 persen dibanding periode sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berjumlah 7.370 jiwa dari total 148.921 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 674,81 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 66,04 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung
Berada di peringkat 421 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 5,15 persen dengan penurunan 10,90 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin berjumlah 13.550 jiwa dari total 263.300 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 574,99 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 54,11 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Solok Selatan
Peringkat 383 nasional untuk indikator kemiskinan, wilayah ini mencatatkan persentase 6,00 persen dengan penurunan 8,54 persen dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 11.440 jiwa penduduk miskin dari total 190.778 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 558,82 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 40,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Agam
Memiliki peringkat 384 nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,97 persen dengan penurunan terbesar diantara wilayah perbandingan yaitu sebesar 12,59 persen. Jumlah penduduk miskin berjumlah 30.570 jiwa dari total 512.420 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 570,32 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 52,21 juta rupiah per tahun.