Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Solok Sumatera Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 6,52 persen, turun 10,81 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 25.230 jiwa, turun sebanyak 2.950 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Maluku | 2024)
Sepanjang catatan historis 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Solok tercatat pada tahun 2006 sebesar 17,98 persen. Angka terendah dicapai pada tahun 2025 ini. Selama periode tersebut, peringkat kemiskinan nasional Kabupaten Solok bergeser dari urutan 239 pada 2004 menjadi urutan 350 secara nasional tahun ini.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Solok berada di angka 7,00 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 7,48 persen. Angka tahun 2025 ini lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tahun 2025 merupakan penurunan terbesar yang tercatat sepanjang 21 tahun data historis.
Secara perbandingan di Sumatera Barat, Kabupaten Solok memiliki persentase kemiskinan berdekatan dengan empat kabupaten lain. Pada tahun ini, Kabupaten Solok menempati urutan 350 secara nasional untuk indikator persentase penduduk miskin.
Kabupaten Kepulauan Mentawai
Menempati urutan 118 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 13,22 persen dengan penurunan sedikit 4,82 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.740 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 474,88 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 70,08 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 3,71 persen. Jumlah penduduk keseluruhan tercatat 103.980 jiwa, mengalami kenaikan 6,28 persen dibanding periode sebelumnya.
(Baca: 0,7% Penduduk di Kabupaten Seram Bagian Barat Beragama Katolik)
Kabupaten Lima Puluh Kota
Berada di urutan 375 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,10 persen dengan penurunan 11,85 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 24.610 jiwa dari total penduduk 403.684 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 593,40 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 55,39 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,30 persen.
Kabupaten Pasaman Barat
Urutan 361 secara nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan yang tercatat 6,30 persen, turun 10,00 persen dibanding tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.680 jiwa dari total penduduk 503.314 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 669,36 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 49,72 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,83 persen.
Kabupaten Pesisir Selatan
Memiliki persentase kemiskinan yang sama persis dengan Kabupaten Solok yaitu 6,52 persen, wilayah ini menempati urutan 350 secara nasional. Angka kemiskinan mengalami penurunan 12,95 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 31.530 jiwa, dengan garis kemiskinan 600,16 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 37,67 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,04 persen.