Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan tahun 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 3,12 persen, turun sebesar 0,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini diikuti penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 590 jiwa menjadi 7.550 jiwa, sementara jumlah penduduk wilayah ini tumbuh sedikit sebesar 0,94 persen menjadi 241.720 jiwa.
(Baca: Statistik Volume Ekspor Produk Mineral Periode 2013-2023)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai angka tertinggi 10,97 persen pada tahun 2006, dan mencatatkan angka terendah yaitu 3,12 persen pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi tercatat 23,81 persen pada 2006, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada 2024 dengan penurunan 15,71 persen. Rangking nasional persentase kemiskinan wilayah ini terus bergeser selama 21 tahun, dari urutan 303 pada 2004 menjadi urutan 500 secara nasional pada 2025.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 3,50 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 3,77 persen. Angka tahun 2025 ini menunjukkan penurunan yang konsisten dibandingkan kedua rata-rata tersebut. Secara nasional, posisi Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk dalam kelompok 15 kabupaten dengan persentase kemiskinan terendah dari total 514 kabupaten seluruh Indonesia.
Kabupaten Banjar
Berada di urutan 508 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 2,74 persen dengan pertumbuhan angka kemiskinan naik 16,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.920 jiwa, dengan total penduduk mencapai 616.674 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 634,53 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 41,99 juta rupiah per tahun.
Kota Banjar Baru
Menduduki urutan 491 secara nasional, persentase kemiskinan disini tercatat 3,44 persen, mengalami penurunan 9,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.270 jiwa dari total 298.093 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan berada di angka 814,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 55,62 juta rupiah per tahun.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Manokwari 2025: Kenaikan Jadi Rp2,2 Juta per Bulan)
Kabupaten Barito Kuala
Berada di urutan 464 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 4,31 persen, mengalami penurunan sedikit 1,15 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 13.970 jiwa dari total 323.796 jiwa penduduk. Garis kemiskinan disini adalah 459,55 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 36,35 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tanah Bumbu
Menduduki urutan 499 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,13 persen, mengalami penurunan 8,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.810 jiwa dari total 441.684 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan berada di angka 660,03 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 110,38 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tanah Laut
Berada di urutan 503 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,00 persen, mengalami penurunan 19,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.830 jiwa dari total 361.007 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan disini tercatat 679,19 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 61,73 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tapin
Menduduki urutan 505 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 2,91 persen, mengalami penurunan 12,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 5.770 jiwa dari total 198.129 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan berada di angka 562,50 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 76,20 juta rupiah per tahun.