Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Jembrana Naik 1,26% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 19/01/2026 08:40 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Jembrana Provinsi Bali (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Jembrana, Bali mencapai 5,68% pada 2024.

Angka tersebut turun 1,92% dari tahun sebelumnya sebesar 7,6%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,26%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Jembrana lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Jembrana yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 5,68% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kabupaten Jembrana ada di urutan ke-7. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gianyar (1,0%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Karang Asem (7,57%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2024.

  1. Kabupaten Gianyar: 1,0%
  2. Kabupaten Badung: 1,02%
  3. Kota Denpasar: 1,62%
  4. Kabupaten Tabanan: 2,59%
  5. Kabupaten Bangli: 2,94%
  6. Kabupaten Klungkung: 3,61%
  7. Kabupaten Jembrana: 5,68%
  8. Kabupaten Buleleng: 6,66%
  9. Kabupaten Karang Asem: 7,57%

(Baca: Jumlah Penduduk Indonesia 286 Juta Orang pada Semester I 2025, Mayoritas di Jawa)

Data Populer

Loading...