Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kota Palangkaraya Naik 6,44% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah mencapai 6,44% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,38% dari tahun sebelumnya sebesar 6,06%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,41%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Palangkaraya lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Palangkaraya yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,44% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Tengah, PoU di Kota Palangkaraya ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gunung Mas (4,46%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kapuas (15,41%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Tengah pada 2025.
- Kabupaten Gunung Mas: 4,46%
- Kabupaten Lamandau: 4,58%
- Kabupaten Sukamara: 4,72%
- Kabupaten Murung Raya: 5,39%
- Kabupaten Seruyan: 5,72%
- Kota Palangkaraya: 6,44%
- Kabupaten Kota Waringin Barat: 6,84%
- Kabupaten Barito Timur: 7,17%
- Kabupaten Kota Waringin Timur: 7,47%
- Kabupaten Katingan: 7,88%