Maret 2026, Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Barat 3,44 Juta Jiwa
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Jumlah penduduk miskin di Jawa Barat pada Maret 2026, berkurang 0,11 juta jiwa menjadi 3,44 juta jiwa dibandingkan dengan September 2025. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2025, Jumlah penduduk miskin juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 3,65 juta jiwa.
Turunnya jumlah penduduk miskin di provinsi ini, turut memberikan dampak terhadap pengurangan persentase penduduk miskin. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada Maret 2026, berkurang 0,24 persen menjadi 6,54 persen dibandingkan dengan September 2025. Dalam delapan semester terakhir, persentase penduduk miskin mengalami tren penurunan. Kondisi ini mengalami pembalikan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang justru sedang meningkat.
(Baca: 18,29% Penduduk di Kabupaten Alor Masuk Kategori Miskin)
Persentase penduduk miskin menurut provinsi adalah data mentah yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi semesteran dengan satuan persen.
Definisi penduduk miskin menurut BPS mengacu pada konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh Worldbank. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
Data persentase penduduk miskin Perkotaan dan Perdesaan dipublikasikan setiap maret dan September
Berdasarkan wilayah, jumlah penduduk miskin berkurang 3,44 juta jiwa pada Maret 2026 dibanding September 2025 dan lebih rendah dibanding Maret 2025. Adapun Jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang 0,12 juta menjadi 2,7 juta jiwa per Maret 2026. Sedangkan untuk jumlah penduduk miskin di perdesaan tercatat 734,84 ribu jiwa.
(Baca: Bahan Bangunan Seperti Reng kayu, Aspal, dan Minyak pelumas pada Juli 2026 Rata-rata Naik 5,52%)
Kondisi kemiskinan di Jawa Barat ini diperhitungkan berdasarkan garis kemiskinan makanan dan non-makanan yang tercatat sebesar Rp.547,75 ribu per kapita/bulan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), garis kemiskinan terbaru ini dengan rincian, Rp.454,17 ribu per kapita/bulan untuk kebutuhan makanan dan Rp.155,62 ribu per kapita/bulan untuk kebutuhan non-makanan.
Garis kemiskinan untuk daerah perdesaan sebesar Rp.491,01 ribu per kapita/bulan. Dengan rincian Rp.438,46 ribu per kapita/bulan untuk makanan dan Rp.156,52 ribu per kapita/bulan untuk non-makanan. Sementara, garis kemiskinan di daerah perkotaan Rp.496,2 ribu per kapita/bulan, dengan rincian, sebesar Rp.458,12 ribu per kapita/bulan untuk makanan dan Rp.156,52 ribu per kapita/bulan untuk non-makanan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.718 | +0.06 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |