Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Bengkulu Selatan Naik 1,38% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu sebesar 9,42% pada 2024.
Angka tersebut naik 0,26% dari tahun sebelumnya sebesar 9,16%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,38%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Bengkulu Selatan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Bengkulu Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 9,42% dari total penduduk.
Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Bengkulu, PoU di Kabupaten Bengkulu Selatan ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Mukomuko (5,56%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kepahiang (13,7%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bengkulu pada 2024.
- Kabupaten Mukomuko: 5,56%
- Kota Bengkulu: 6,43%
- Kabupaten Bengkulu Selatan: 9,42%
- Kabupaten Bengkulu Tengah: 9,48%
- Kabupaten Bengkulu Utara: 9,7%
- Kabupaten Seluma: 11,05%
- Kabupaten Kaur: 12,36%
- Kabupaten Lebong: 12,38%
- Kabupaten Rejang Lebong: 12,54%
- Kabupaten Kepahiang: 13,7%
(Baca: Indeks Keparahan Kemiskinan RI Turun Awal 2025, Rekor Terendah Baru)