Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Timor Tengah Selatan Turun 11,46% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 29/01/2026 08:44 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur sebesar 11,46% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,15% dari tahun sebelumnya sebesar 12,61%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,54%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Timor Tengah Selatan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 11,46% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 21 kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur, PoU di Kabupaten Timor Tengah Selatan ada di urutan ke-9. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sumba Timur (8,96%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kupang (13,85%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2025.

  1. Kabupaten Sumba Timur: 8,96%
  2. Kabupaten Sumba Tengah: 9,68%
  3. Kabupaten Sabu Raijua: 10,11%
  4. Kabupaten Sumba Barat Daya: 10,51%
  5. Kabupaten Manggarai: 10,85%
  6. Kabupaten Nagekeo: 11,24%
  7. Kabupaten Manggarai Barat: 11,3%
  8. Kabupaten Ngada: 11,35%
  9. Kabupaten Timor Tengah Selatan: 11,46%
  10. Kabupaten Sumba Barat: 11,57%

(Baca: Tingkat Kemiskinan Jadi Sorotan Ekonom dalam "7 Desakan Darurat Ekonomi")

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...