Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Aceh Besar semester tahun 2025 sebesar 11,05 persen. Angka ini turun 2,16 poin dari tahun sebelumnya 13,21 persen, dengan penurunan sebesar 16,35 persen. Total penduduk miskin di wilayah ini tercatat 49.900 jiwa, berkurang 9.080 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: 7,65% Penduduk di Kabupaten Kepulauan Sula Masuk Kategori Miskin)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada 2004 sebesar 29,89 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pada tahun 2021 sempat terjadi kenaikan angka kemiskinan sebesar 1,52 persen, satu-satunya tahun yang mencatat kenaikan dalam 10 tahun terakhir.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Aceh Besar berada di urutan 170 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Peringkat ini turun 30 posisi dibandingkan tahun 2024 yang berada di urutan 140. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir adalah 12,55 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 13,05 persen.
Kabupaten Bireuen
Berada di peringkat 205 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 10,3 persen dengan penurunan sebesar 14,88 persen tahun lalu. Terdapat 51.600 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 503,87 ribu Rp per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 42,65 juta Rp per tahun dengan pertumbuhan 6,53 persen.
Kota Sabang
Peringkat 131 nasional persentase kemiskinan tercatat 12,75 persen dengan penurunan 12,55 persen periode lalu. Terdapat 4.550 jiwa penduduk miskin, menjadi jumlah terkecil dibandingkan wilayah lain dalam daftar ini. Garis kemiskinan mencapai 736,96 ribu Rp per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 44,82 juta Rp per tahun.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pertambangan dan Penggalian di Sulawesi Utara | 2025)
Kabupaten Aceh Jaya
Persentase kemiskinan berada di angka 10,37 persen dengan peringkat 202 nasional, mencatat penurunan sebesar 15,35 persen tahun lalu. Penduduk miskin tercatat 10.500 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 542,09 ribu Rp per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 38,50 juta Rp per tahun dengan pertumbuhan 5,90 persen.
Kabupaten Aceh Tamiang
Pada peringkat 180 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,84 persen dengan penurunan 10,93 persen periode sebelumnya. Terdapat 33.960 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 590,29 ribu Rp per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 38,38 juta Rp per tahun.
Kabupaten Aceh Tengah
Berada di peringkat 140 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini mencapai 12,29 persen dengan penurunan 13,88 persen tahun lalu. Terdapat 27.760 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 636,32 ribu Rp per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat tertinggi dalam daftar ini yaitu 50,10 juta Rp per tahun.
Kabupaten Aceh Timur
Pada peringkat 163 nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,24 persen dengan penurunan 15,23 persen periode sebelumnya. Terdapat 52.230 jiwa penduduk miskin, menjadi jumlah terbesar dibandingkan wilayah lain dalam daftar perbandingan. Garis kemiskinan ditetapkan 564,94 ribu Rp per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 35,01 juta Rp per tahun.