Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester 2025 persentase kemiskinan Kabupaten Maluku Tengah sebesar 16,71 persen. Angka ini turun 0,96 persen dari tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 3.600 jiwa menjadi total 63.050 jiwa. Tahun ini wilayah ini menempati peringkat 65 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Sampit Bulan Juli 0,08%)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2006 sebesar 38,21 persen, dan terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 12 persen, sementara kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 2,88 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser dari urutan 18 pada tahun 2004 menjadi urutan 65 pada tahun 2025.
Dari enam kabupaten kota di provinsi Maluku yang memiliki angka kemiskinan berdekatan, Kabupaten Maluku Tengah menempati urutan tengah. Hanya Kota Ambon yang memiliki persentase kemiskinan jauh lebih rendah yaitu 4,34 persen, sementara dua wilayah lain yaitu Maluku Tenggara dan Seram Bagian Timur masih memiliki angka di atas 20 persen.
Kabupaten Buru Selatan
Wilayah ini menempati peringkat 87 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 14,84 persen. Terdapat penurunan sedikit sebesar 0,47 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.630 jiwa, garis kemiskinan sebesar 789,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 24,20 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk wilayah ini tercatat turun 20,22 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Buru
Peringkat nasional persentase kemiskinan wilayah ini berada di urutan 85, dengan angka tercatat 15,11 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 6,03 persen dari tahun sebelumnya, menjadi salah satu penurunan terbesar diantara wilayah perbandingan. Tercatat 23.950 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 638,73 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat 23,23 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk wilayah ini justru naik 11,35 persen pada periode terakhir.
(Baca: Persentase Penduduk Melek Huruf di Kep. Bangka Belitung | 2025)
Kabupaten Maluku Tenggara
Wilayah ini menempati peringkat 46 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 21,16 persen. Angka ini hanya mengalami penurunan sedikit sebesar 0,28 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.420 jiwa, garis kemiskinan sebesar 728,29 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat 36,62 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk wilayah ini tercatat turun 21,60 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Peringkat nasional persentase kemiskinan wilayah ini berada di urutan 47, dengan angka tercatat 20,90 persen. Angka ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,62 persen dari tahun sebelumnya. Tercatat 24.330 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 524,88 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat 25,24 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk wilayah ini tercatat turun 17,44 persen pada periode terakhir.
Kota Tual
Wilayah ini menempati peringkat 55 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 19,39 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 3,10 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.940 jiwa, garis kemiskinan sebesar 777,96 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat 38,39 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk wilayah ini tercatat turun 9,16 persen pada periode terakhir.
Kota Ambon
Peringkat nasional persentase kemiskinan wilayah ini berada di urutan 461, dengan angka tercatat 4,34 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 15,40 persen dari tahun sebelumnya, menjadi penurunan terbesar di seluruh wilayah perbandingan. Tercatat 22.300 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 783,70 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat 57,38 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk wilayah ini justru naik 42,69 persen pada periode terakhir.