Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk melek huruf Provinsi Kep. Bangka Belitung pada tahun 2025 mencapai 98,2 Persen. Selama 25 tahun periode pemantauan sejak 2001, indikator ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan, dengan total peningkatan sebesar 7,96 persen dari nilai awal 90,96 Persen pada tahun 2001. Rata-rata pertumbuhan tahunan indikator ini berada di angka 0,32 persen sepanjang periode.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Seluma | 2004 - 2025)
Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2002 dengan penambahan nilai sebesar 3,95 Persen dibanding tahun sebelumnya, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2003 sebesar 2,45 Persen. Pada 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan indikator ini hanya sebesar 0,01 persen, angka ini jauh lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 0,0245 persen. Nilai tahun 2025 juga berada di atas rata-rata seluruh periode yang mencapai 96,32 Persen.
Untuk peringkat wilayah, pada tahun 2025 Kep. Bangka Belitung berada di urutan ke 7 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Sumatera, serta menempati peringkat ke 18 secara nasional. Dibanding 5 tahun sebelumnya, peringkat provinsi ini di tingkat pulau mengalami kenaikan 2 peringkat, sementara di tingkat nasional hanya bergerak 1 peringkat lebih baik. Sepanjang 5 tahun terakhir peringkat daerah ini tidak pernah keluar dari urutan 7 hingga 9 di lingkup Sumatera.
Gorontalo
Gorontalo menempati peringkat kedua se Pulau Sulawesi dan peringkat 15 secara nasional untuk indikator melek huruf tahun 2025, dengan nilai akhir mencapai 98,54 Persen. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sedikit negatif turun 0,01 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadikannya satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang mengalami penurunan nilai pada tahun terakhir. Nilai indikator Gorontalo masih 0,34 Persen lebih tinggi dibanding catatan Kep. Bangka Belitung tahun yang sama.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah tercatat memiliki persentase melek huruf sebesar 98,39 Persen pada tahun 2025, menempati urutan ketiga di Pulau Sulawesi dan peringkat 16 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih nilai 0,19 Persen di atas catatan Kep. Bangka Belitung. Pertumbuhan yang dicapai Sulawesi Tengah pada tahun terakhir 4 kali lebih besar dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Bangka Belitung.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur | 2004 - 2025)
Papua
Papua menduduki peringkat pertama se Pulau Papua dengan nilai persentase melek huruf 98,39 Persen pada tahun 2025, serta menempati peringkat 16 secara nasional setara dengan Sulawesi Tengah. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 0,02 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai indikator ini tercatat 0,19 Persen lebih tinggi dibanding pencapaian Kep. Bangka Belitung pada tahun yang sama.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati urutan ketiga di seluruh provinsi Pulau Kalimantan dengan nilai persentase melek huruf sebesar 98,14 Persen pada tahun 2025, serta berada di peringkat 19 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 0,79 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Nilai indikator Kalimantan Utara tercatat sedikit lebih rendah 0,06 Persen dibanding pencapaian Kep. Bangka Belitung.
Papua Barat
Papua Barat berada di urutan kedua se Pulau Papua dengan nilai persentase melek huruf sebesar 97,96 Persen pada tahun 2025, serta menempati peringkat 20 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 0,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai indikator yang dicapai Papua Barat tercatat 0,24 Persen lebih rendah dibanding pencapaian Kep. Bangka Belitung pada periode tahun yang sama.
Lampung
Lampung menduduki peringkat ke 8 se Pulau Sumatera untuk indikator melek huruf tahun 2025, dengan nilai akhir mencapai 97,83 Persen serta menempati peringkat 21 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 0,48 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kalimantan Utara dalam daftar perbandingan. Nilai indikator Lampung tercatat 0,37 Persen lebih rendah dibanding pencapaian Kep. Bangka Belitung pada tahun yang sama.