Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester 2025 untuk Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Persentase penduduk miskin di wilayah ini tercatat 11,22 persen, turun 5,48 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin menjadi 19.530 jiwa, berkurang 950 jiwa dari tahun 2024.
(Baca: 9,36% Penduduk di Kabupaten Way Kanan Masuk Kategori Miskin)
Jumlah total penduduk Kabupaten Ngada pada 2025 mencapai 174.077 jiwa, tumbuh 2,73 persen dari tahun sebelumnya. Dari seluruh penduduk, persentase kemiskinan saat ini menempati peringkat 164 secara nasional dari 514 kabupaten/kota, dan peringkat 25 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali.
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Ngada tercatat pada tahun 2007 sebesar 17,28 persen. Angka terendah terjadi pada tahun 2014 sebesar 10,76 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi tahun 2008 turun 10,36 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi tahun 2015 sebesar 19,05 persen.
Secara historis, peringkat nasional kemiskinan Kabupaten Ngada terus membaik. Pada tahun 2004 wilayah ini berada di peringkat 219 nasional, hingga pada 2025 naik ke peringkat 164. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 11,72 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 12,09 persen.
Kabupaten Belu
Berada di peringkat 128 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,79 persen dengan penurunan 7,72 persen tahun terakhir. Terdapat 30.400 jiwa penduduk miskin dari total 237.715 jiwa penduduk. Garis kemiskinan berada di angka 490,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 26,77 juta rupiah per tahun.
(Baca: PDRB Kabupaten Malaka 2025: Rp4,05 Triliun, Tumbuh 4,16 Persen)
Kabupaten Flores Timur
Peringkat 178 nasional untuk persentase kemiskinan, tercatat angka 10,88 persen dengan penurunan sedikit 3,29 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 28.920 jiwa dari total penduduk 265.840 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 429,09 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita wilayah sebesar 23,51 juta rupiah per tahun.
Kota Kupang
Menempati peringkat 303 nasional persentase kemiskinan dengan angka 7,57 persen, turun 8,13 persen tahun terakhir. Dari total 500.616 jiwa penduduk, tercatat 37.910 jiwa tergolong penduduk miskin. Garis kemiskinan mencapai 794,61 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tertinggi di kelompok ini yakni 69,46 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nagekeo
Berada di peringkat 143 nasional persentase kemiskinan dengan angka 12,18 persen, hanya turun sedikit 0,98 persen pada tahun terakhir. Terdapat 18.630 jiwa penduduk miskin dari total 152.940 jiwa penduduk total. Garis kemiskinan wilayah mencapai 516,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita terendah yaitu 17,88 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sikka
Peringkat 162 nasional untuk persentase kemiskinan, tercatat angka 11,25 persen turun 5,38 persen tahun terakhir, nilai ini hampir sama dengan Kabupaten Ngada. Jumlah penduduk miskin mencapai 36.740 jiwa dari total 326.571 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 447,47 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 21,14 juta rupiah per tahun.