KLHK Temukan 487 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Riau (Kamis, 19 Maret 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 19/03/2026 11:47 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 487 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 96 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Kamis (19/3/2026) pukul 11.47 WIB. Dari 487 titik panas terdeteksi, 10 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 419 titik skala sedang, dan 58 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Bagaimana Cara Warga Identifikasi Udara Bersih di Tengah Buruknya Kualitas Udara?)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Riau sebanyak 212 titik. Kepulauan Riau menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 38 titik. Aceh berada di posisi ketiga sebanyak 37 titik panas.

Sebanyak 32 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan menyusul dengan 25 titik panas, serta Sumatera Utara dan Maluku Utara masing-masing memiliki 23 dan 21 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Kualitas Udara di Indonesia Sedikit Membaik pada 2021)

Data Populer

Loading...