Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Klungkung Capai 3,54% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Klungkung, Bali mencapai 3,54% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,07% dari tahun sebelumnya sebesar 3,61%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,49%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Klungkung lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Klungkung yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 3,54% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kabupaten Klungkung ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gianyar (1,16%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Karang Asem (7,15%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2025.
- Kabupaten Gianyar: 1,16%
- Kabupaten Badung: 1,27%
- Kota Denpasar: 1,71%
- Kabupaten Tabanan: 2,83%
- Kabupaten Klungkung: 3,54%
- Kabupaten Bangli: 4,34%
- Kabupaten Jembrana: 6,05%
- Kabupaten Buleleng: 6,98%
- Kabupaten Karang Asem: 7,15%
(Baca: 10 Daerah dengan Pembangunan Rumah FLPP Terbanyak Nasional 2024 )