Gunung Dukono Kembali Erupsi Siang Ini (Minggu, 1 Februari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Dukono di Maluku Utara kembali erupsi pada Minggu (1/2/2026) pukul 11.15 WIT. Dalam sepekan terakhir, Gunung Dukono hanya sekali erupsi.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak (1.387 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi Gunung Dukono masih berlangsung saat laporan ini dibuat.
(Baca: Jumlah Korban Menderita-Mengungsi karena Bencana Alam di Indonesia 2015-2024)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Dukono di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 1 Februari 2026 pukul 00.00-23.59 WIT menunjukkan terjadi 1 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 8 milimeter dan lama gempa 30,9 detik.
Kemudian, 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-12 milimeter s-p 14,24-18,96 detik dan lama gempa 58,51-60,92 detik serta 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-4 milimeter dominan 2 milimeter.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 421 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (222 kali letusan) sedangkan Gunung Dukono erupsi 1 kali.
(Baca: Jumlah Korban Jiwa Bencana Alam di Indonesia Melonjak pada 2024)