Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kota Payakumbuh tahun 2025 mencapai 4,95 persen. Angka ini turun sebesar 0,24 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 250 jiwa dari 7.620 jiwa menjadi 7.370 jiwa. Total penduduk wilayah ini tercatat 148.921 jiwa pada periode yang sama.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi sebesar 10,96 persen pada tahun 2008. Sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 yaitu 4,95 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 41,06 persen, dan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 13,22 persen.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua Barat | 2024)
Ranking persentase kemiskinan Kota Payakumbuh secara nasional saat ini berada di urutan 429 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dalam kurun waktu 21 tahun data yang tercatat, peringkat wilayah ini pernah berada di urutan terbaik 315 secara nasional pada tahun 2009, sebelum secara bertahap bergeser ke urutan bawah pada satu dekade terakhir.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kota Payakumbuh berada di angka 5,19 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 5,42 persen. Hal menunjukkan angka kemiskinan saat ini lebih rendah dibandingkan rata-rata kedua periode tersebut. Penurunan angka kemiskinan terjadi secara berkelanjutan selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2022.
Kota Bukit Tinggi
Wilayah ini menempati peringkat 483 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan catatan angka 3,78 persen dan penurunan sebesar 7,35 persen pada tahun terakhir. Tercatat 5.460 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, dari total 144.681 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 685,82 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 9,86 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Dharmasraya
Dengan persentase kemiskinan 4,61 persen, wilayah ini berada di peringkat 445 secara nasional, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 13,35 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 13.520 jiwa dari total 293.662 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 633,45 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 6,20 juta rupiah per tahun.
(Baca: Prakiraan Cuaca Kota Jakarta Selatan Hari Ini 29 Juli 2026, Berawan)
Kota Padang Panjang
Peringkat 427 secara nasional dicatatkan untuk persentase kemiskinan sebesar 4,97 persen, yang hanya berbeda sedikit dibandingkan Kota Payakumbuh. Penurunan angka kemiskinan terjadi sebesar 6,40 persen, dengan 2.900 jiwa penduduk miskin dari total 58.299 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 660,71 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 8,41 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Padang Pariaman
Wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 5,86 persen dengan peringkat 391 secara nasional, mengalami penurunan sebesar 6,54 persen pada tahun terakhir. Terdapat 25.080 jiwa penduduk miskin dari total 428.405 jiwa penduduk yang tercatat. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 590,50 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 5,95 juta rupiah per tahun.
Kota Pariaman
Persentase kemiskinan tercatat sebesar 3,83 persen dengan peringkat 480 secara nasional, mengalami penurunan sebesar 10,09 persen pada periode terakhir. Terdapat 3.630 jiwa penduduk miskin dari total 94.838 jiwa penduduk yang tercatat. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 634,30 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 7,33 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sawahlunto/sijunjung
Wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 5,15 persen dengan peringkat 421 secara nasional, mengalami penurunan sebesar 10,90 persen pada tahun terakhir. Terdapat 13.550 jiwa penduduk miskin dari total 263.300 jiwa penduduk yang tercatat. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 574,99 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 5,41 juta rupiah per tahun.