Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Tabanan Turun 0,56% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 19/01/2026 13:07 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Tabanan, Bali sebesar 2,59% pada 2024.

Angka tersebut turun 0,56% dari tahun sebelumnya sebesar 3,15%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,38%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Tabanan lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Tabanan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 2,59% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kabupaten Tabanan ada di urutan ke-4. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gianyar (1,0%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Karang Asem (7,57%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2024.

  1. Kabupaten Gianyar: 1,0%
  2. Kabupaten Badung: 1,02%
  3. Kota Denpasar: 1,62%
  4. Kabupaten Tabanan: 2,59%
  5. Kabupaten Bangli: 2,94%
  6. Kabupaten Klungkung: 3,61%
  7. Kabupaten Jembrana: 5,68%
  8. Kabupaten Buleleng: 6,66%
  9. Kabupaten Karang Asem: 7,57%

(Baca: Proyeksi Jumlah Penduduk Bali Tahun 2025)

Data Populer

Loading...