Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Mataram Capai 3,42% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mencapai 3,42% pada 2025.
Angka tersebut naik 2,02% dari tahun sebelumnya sebesar 1,4%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,21%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Mataram lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Mataram yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 3,42% dari total penduduk.
Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat, PoU di Kota Mataram ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sumbawa Barat (2,22%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025.
- Kabupaten Sumbawa Barat: 2,22%
- Kabupaten Dompu: 2,25%
- Kota Bima: 2,25%
- Kabupaten Lombok Tengah: 2,28%
- Kabupaten Bima: 2,28%
- Kabupaten Lombok Timur: 2,29%
- Kabupaten Lombok Utara: 2,43%
- Kabupaten Lombok Barat: 2,79%
- Kabupaten Sumbawa: 2,99%
- Kota Mataram: 3,42%
(Baca: Angka Kemiskinan RI Tertinggi di Negara Menengah-Atas ASEAN)