Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Mataram Capai 3,42% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 13/10/2026 11:03 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat sebesar 3,42% pada 2025.

Angka tersebut naik 2,02% dari tahun sebelumnya sebesar 1,4%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,21%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Mataram lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Mataram yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 3,42% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat, PoU di Kota Mataram ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sumbawa Barat (2,22%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Sumbawa Barat: 2,22%
  2. Kabupaten Dompu: 2,25%
  3. Kota Bima: 2,25%
  4. Kabupaten Lombok Tengah: 2,28%
  5. Kabupaten Bima: 2,28%
  6. Kabupaten Lombok Timur: 2,29%
  7. Kabupaten Lombok Utara: 2,43%
  8. Kabupaten Lombok Barat: 2,79%
  9. Kabupaten Sumbawa: 2,99%
  10. Kota Mataram: 3,42%

(Baca: Maluku-Papua, Kawasan dengan Kemiskinan Tertinggi di Indonesia pada September 2025)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
13 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.925 +0.18
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...