Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Banjarnegara semester tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 13,28 persen, turun sebesar 1,43 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 124.660 jiwa, berkurang 13.020 jiwa dari periode sebelumnya.
Sepanjang catatan tahun 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 29,40 persen pada tahun 2006. Nilai terendah sepanjang riwayat data tercatat pada tahun 2025 ini. Posisi ranking persentase kemiskinan secara nasional berada di urutan 117 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Kalimantan Selatan Desember 2025: Naik Jadi Rp.650,67 Ribu per Kapita/Bulan)
Dalam kurun 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 14,30 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di 15,06 persen. Tahun ini mencatatkan penurunan pertumbuhan angka kemiskinan terbesar yaitu 9,72 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi pernah terjadi tahun 2006 sebesar 7,50 persen.
Untuk perbandingan dengan kabupaten tetangga di Jawa Tengah yang memiliki nilai kemiskinan berdekatan, berikut data masing-masing wilayah:
Kabupaten Kebumen
Berada di peringkat 106 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 13,58 persen. Terdapat 162.540 jiwa penduduk masuk kategori miskin dari total 1.196.536 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 502,84 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 28,99 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan tercatat 13,56 persen, lebih besar dibanding penurunan Banjarnegara.
Kabupaten Pemalang
Peringkat 115 secara nasional, mencatatkan persentase kemiskinan 13,32 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 173.380 jiwa dari total penduduk 1.301.674 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 530,25 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 24,04 juta rupiah per tahun. Penurunan angka kemiskinan pada periode terakhir mencapai 10,72 persen.
(Baca: 4,81% Penduduk di Kabupaten Halmahera Selatan Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Purbalingga
Menempati peringkat 136 secara nasional, memiliki persentase kemiskinan 12,55 persen. Terdapat 121.800 jiwa penduduk miskin dari total 970.304 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 491,09 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 34,42 juta rupiah per tahun. Wilayah ini mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebesar 11,50 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Rembang
Berada di urutan 122 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 13,01 persen. Terdapat 85.320 jiwa penduduk miskin dari total 655.525 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan sebesar 550,26 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 41,35 juta rupiah per tahun. Penurunan angka kemiskinan pada periode terakhir sebesar 7,20 persen, merupakan yang terkecil diantara kelompok kabupaten ini.
Kabupaten Sragen
Menempati peringkat 164 secara nasional, dengan persentase kemiskinan 11,22 persen. Terdapat 100.080 jiwa penduduk miskin dari total 892.180 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan ditetapkan 482,82 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 55,52 juta rupiah per tahun, tertinggi diantara seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan ini.
Kabupaten Wonosobo
Berada di peringkat 114 secara nasional, mencatatkan persentase kemiskinan 13,34 persen. Terdapat 106.290 jiwa penduduk miskin dari total 796.585 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan sebesar 486,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 28,72 juta rupiah per tahun. Penurunan angka kemiskinan pada periode terakhir mencapai 12,70 persen.