852 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Selasa, 12 Agustus 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 12/08/2025 11:21 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 852 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 75 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Selasa (12/8/2025) pukul 11.21 WIB. Dari 852 titik panas terdeteksi, 23 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 752 titik skala sedang, dan 77 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Ada 1,7 Ribu Bencana Alam di Indonesia hingga Awal Juni 2023, Mayoritas Banjir)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur sebanyak 438 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 62 titik. Maluku berada di posisi ketiga sebanyak 53 titik panas.

Sebanyak 51 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat menyusul dengan 43 titik panas, serta Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara masing-masing memiliki 31 dan 29 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: BNPB Catat 52 Bencana Alam Medio Agustus 2023, Terbanyak Karhutla)

Data Populer

Loading...