Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Pulau Taliabu Turun 10,2% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 01/05/2026 08:47 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara sebesar 34,19% pada 2025.

Angka tersebut naik 1,55% dari tahun sebelumnya sebesar 32,64%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 10,2%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Pulau Taliabu lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Pulau Taliabu yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 34,19% dari total penduduk.

Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku Utara, PoU di Kabupaten Pulau Taliabu ada di urutan ke-8. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Halmahera Tengah (19,03%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kepulauan Sula (37,36%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Maluku Utara pada 2025.

  1. Kabupaten Halmahera Tengah: 19,03%
  2. Kota Ternate: 21,69%
  3. Kabupaten Halmahera Utara: 25,35%
  4. Kabupaten Halmahera Selatan: 26,77%
  5. Kabupaten Halmahera Timur: 27,76%
  6. Kota Tidore Kepulauan: 28,68%
  7. Kabupaten Pulau Morotai: 30,71%
  8. Kabupaten Pulau Taliabu: 34,19%
  9. Kabupaten Halmahera Barat: 36,09%
  10. Kabupaten Kepulauan Sula: 37,36%

(Baca: Distribusi Kelas Miskin, Menengah, hingga Atas Penduduk RI 2019-2025)

Data Populer

Loading...